Tampilkan postingan dengan label Pendeteksian Dini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendeteksian Dini. Tampilkan semua postingan

Anak Autis: Deteksi awal dengan test urine


Menangani anak autis lebih baik dimulai sejak usia dini , agar terbentuknya pelatihan berkomunikasi bisa dimulai sejak awal sehingga lebih mudah. Mendeteksi anak autis tidaklah gampang. Si anak harus melewati tes psikologis yang panjang mulai dari interaksi sosial, komunikasi, uji keterampilan hingga tes fisik.

Tapi tak lama lagi, deteksi anak autis bisa dilakukan dengan cara yang sederhana dengan hanya menguji beberapa tetes air seni seperti layaknya tes kehamilan.

Ilmuwan kini tengah menyempurnakan penggunaan tes urine untuk deteksi anak autis yang diharapkan sudah bisa diterapkan penggunaannya secara luas pada tahun 2015. Dari tes ini bisa diketahui 'ya' atau 'tidak' anak terkena autis.

Penelitian yang dilakukan ilmuwan dari Imperial College London dan University of South Australia ini, adalah terobosan baru yang sangat membantu penegakkan diagnosis autis dengan cara yang mudah.

Anak Autis: Bayi prematur beresiko autis?


Bagaimanapun yang namanya bayi prematur sudah barang tentu memiliki resiko terhadap kesehatan yang sangat tinggi. Karena ketidaksempurnaan kelahiran dari segi waktu tentunya akan membawa akibat buruk pada bayi yang bisa jadi belum mengalami penyempurnaan pembentukan organ tubuh. Sehingga tak jarang kita temui bayi-bayi prematur yang lahir dengan cacat bawaan tidak saja cacat bawaan fisik namun juga cacat bawaan dalam penyakit dalam atau disfungsional organ. Meski tidak semua tapi porsi kemungkinan terjadi "masalah setelah lahir" memiliki porsi yang cukup besar dan salah satunya adalah autis.

Benarkah bayi prematur beresiko autis? Mari kita cermati hasil penelitian berikut ini namun sebelumnya silahkan membaca artikel "Semua tentang autis" ini agar anda mendapatkan informasi lebih banyak sehingga mudah memahami hasil penelitian yang ada di artikel ini. Bayi yang lahir lebih awal dan memiliki tubuh yang kecil alias prematur berisiko lima kali lebih mungkin menjadi autis dibandingkan bayi normal. Sampai saat ini, bayi prematur memang diketahui berisiko terserang sejumlah gangguan kesehatan.

Anak Autis: Deteksi dini via suara


Tahukah anda bahwa kini jumlah anak autis semakin meningkat. Tidak hanya di indonesia namun juga di luar negeri. Autis menjadi permasalahan seluruh negara-negara sehingga kini semakin banyak penginformasian tentang autis maupun pengobatan dan cara-cara pendeteksian gejala anak dengan autis. Jika dulu autis hanya bisa dideteksi melalui tingkat laku dan juga tes urin, kini autis pada anak bisa dideteksi melalui suara.

Sebuat penelitian menemukan autisme bisa terdeteksi pada anak dengan cara menganalisa suaranya. Balita yang mengalami gangguan dalam perkembangan pengucapan kata-kata sehingga berbeda dengan anak-anak sehat lainnya, akan dianalisis dengan menggunakan sistem analisis suara otomatis yang diciptakan oleh para peneliti.

Perangkat deteksi suara ini disebut dengan LENA (Language Environment Analysis). Alat ini dapat menyeleksi adanya gangguan spektrum autis (autism spectrum disorder/ASD) yang menjadi intervensi awal yang penting.