Punya anak yang tidak kunjung bicara memang bisa bikin sebagian ibu-ibu yang senewen dan kalang kabut mencari berbagai cara agar sang anak kunjung mengucapkan sesuatu. Mulai dari bayangan bisu sampe autis ada dalam benak mereka bahkan kadang berpikiran terlalu jauh dari gangguan santetlah atau karma pernah melakukan dosa pada orang lain. Namun dari semua ketakutan yang ada akibat anak tak kunjung berbicara maka ketakutan akan anak menjadi seorang autis adalah ketakutan yang palin besar.
Jika memang demikian adanya , sebaiknya anda membaca artikel kupas tuntas anak autis ini agar anda bisa menempatkan diri anda kepada pengetahuan yang benar tentang dunia anak autis. Anak tidak kunjung berbicara memang bisa menjadi salah satu gejala tapi itu baru gejala dan ada parameter lain yang bisa digunakan untuk menggolongkan sang anak autis atau tidak.
Normalnya, perkembangan kemampuan berbicara dimulai pada usia 2 tahun dan ditandai dengan mengucapkan kalimat-kalimat sederhana. Keterlambatan berbicara anak sering dihubungkan dengan gangguan autisme atau ketidakmampuan untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.
Anak Autis: Terapi Autis dengan berkomunikasi dengan lumba-lumba
Ada beberapa terapi autis yang saat ini sudah berkembang mulai dari melukis , mengetik , film hingga musik dan hewan peliharaan. Namun di indonesia , saat ini berkembang terapi bagi anak autis dengan memanfaatkan ikan lumba-lumba. Bagaimana lumba-lumba mampu merangsang otak sang anak autis?Bagaimana lumba-lumba menstimulasi otak anak autis agar lebih merespon dalam berkomunikasi? Silahkan baca tuntas artikel ini namun sebelumnya ada baiknya anda membaca artikel Anak autis- pengertian , gejala , ciri dan terapi anak autis untuk memperdalam pengetahuan anda tentang anak autis.
Lumba-lumba tahu jika manusia yang ada didekatnya punya gangguan kesehatan. Kini lumba-lumba bisa dimanfaatkan untuk pengobatan karena gelombang sonar lumba-lumba bermanfaat untuk terapi anak autis, down syndrome, gangguan konsentrasi ataupun gangguan fungsi saraf motorik pascastroke.
"Gelombang sonar yang dikeluarkan lumba-lumba bisa memperbaiki syarat-syaraf yang kaku," jelas Manajer Klinik Dolphin Endang Sumaryati di Pulau Bidadari, Jakarta. Lumba-lumba memang dikenal sebagai hewan yang bersahabat dengan manusia. Selain ramah dengan manusia, mamalia yang satu ini juga secara alami mengeluarkan gelombang ultrasonar yang berfrekuensi tinggi.
Anak autis: Sekolah umum untuk anak autis?
Apa pendapat anda tentang anak autis diperbolehkan sekolah di sekolah umum? Secara mendasar saya kira semua orang akan setuju karena berpandangan bahwa setiap anak berhak untuk mendapatkan pendidikan yang sama. Tapi , apakah anda benar-benar paham tentang anak autis? Jika anda belum paham tentang anak autis , silahkan baca artikel ini "Kehidupan anak autis" ... semoga anda bisa memahami lebih mendalam tentang kehidupan anak autis.
Desakan agar anak autis dibolehkan menempuh pendidikan di sekolah umum terus muncul. Bagaimana peluang anak autis bisa belajar di sekolah umum? Menurut para ahli, tidak semua anak autis mampu sekolah di sekolah umum. Karena kalau dipaksakan pun dengan alasan agar tidak ada diskriminasi justru si anak autis yang akan kesulitan mengikutinya.
Pokok dasar permasalahan anak autis adalah komunikasi , jika sekolah umum adalah sekolah bagi anak yang mampu berkomunikasi dengan lancar bukankah malah kasihan bagi anak autis yang tidak mampu mengikuti secara cepat atas komunikasi yang terjadi di kelas ? Hal ini yang wajib menjadi pertimbangan utama sebelum seorang anak autis disekolahkan disekolah umum.
Anak Autis: Banyak yang terlahir dari keluarga berpendidikan?
Sebelum membaca artikel ini silahkan menikmati artikel Anak autis - pengertian dan pengobatannya , untuk menambah wacana anda dalam memahami apa itu autis?
Studi terkini menemukan anak autis banyak dilahirkan dari pasangan yang berpendidikan tinggi dan sudah tua. Peneliti menggunakan data sekitar 2,5 juta kelahiran di California selama 5 tahun.
Dan ternyata ditemukan sekelompok anak autis pada daerah dimana rata-rata penduduknya berpendidikan tinggi. Orang tua anak-anak autis tersebut ternyata kebanyakan berlatar belakang pendidikan lebih tinggi (di atas S1) dibanding orang tua di daerah yang tidak terdapat anak autis.
"Studi ini cocok dengan apa yang kami perkirakan sebelumnya, yaitu pasangan orang tua yang berpendidikan tinggi cenderung menghasilkan anak autis," ujar Karla Van Meter, epidemiolog dari Sonoma County Department of Public Health University of California seperti dilansir Healthday.
Anak Autis: Kenapa lebih banyak anak laki-laki yang terkena autis?
Tahukah anda bahwa anak autis itu didominasi oleh anak laki-laki? Awalnya saya anggap kebetulan saja bertemu banyak anak autis yang berjenis kelamin laki-laki tapi setelah membaca penelitian dibawah ini maka saya menjadi lebih ngeh kenapa hal tersebut bisa terjadi. Anda juga bisa membaca artikel Pengertian , ciri-ciri , gejala dan pengobatan autis ini untuk memperluas wacana yang ada.
Dibandingkan perempuan, laki-laki lebih rentan mengalami autisme atau gangguan interaksi sosial. Sebuah penelitian menemukan kenapa anak laki-laki lebih banyak terkena autis.
Penyebabnya adalah hormon seks, karena laki-laki lebih banyak memproduksi testosteron sementara perempuan lebih banyak memproduksi esterogen.
Kedua hormon itu memiliki efek bertolak belakang terhadap suatu gen pengatur fungsi otak yang disebut retinoic acid-related orphan receptor-alpha atau RORA. Testosteron menghambat kerja RORA, sementara esterogen justru meningkatkan kinerjanya.
Dibandingkan perempuan, laki-laki lebih rentan mengalami autisme atau gangguan interaksi sosial. Sebuah penelitian menemukan kenapa anak laki-laki lebih banyak terkena autis.
Penyebabnya adalah hormon seks, karena laki-laki lebih banyak memproduksi testosteron sementara perempuan lebih banyak memproduksi esterogen.
Kedua hormon itu memiliki efek bertolak belakang terhadap suatu gen pengatur fungsi otak yang disebut retinoic acid-related orphan receptor-alpha atau RORA. Testosteron menghambat kerja RORA, sementara esterogen justru meningkatkan kinerjanya.
Anak Autis : Bakat Terpendam Anak Autis
Bagi banyak orang tua , memiliki anak autis tak beda dengan mendapatkan musibah seumur hidup karena dalam bayangan mereka , mereka harus merawat anak yang tergolong cacat padahal sejatinya tidak seperti itu. Pemahaman tsb adalah tidak benar , silahkan baca artikel "Anak Autis - Pengertian , gejala , ciri dan penanganannya" agar anda bisa menempatkan pemahaman tentang anak autis secara benar. Orangtua boleh saja bersedih jika anaknya mengalami autis, tapi jangan terlalu lama. Karena anak autis ternyata punya kelebihan istimewa yang bisa membuatnya mandiri.
Anak autis memiliki kelebihan visual yang kuat. Anak autis akan lebih mudah mengerti sesuatu dari gambar ketimbang hanya omongan. Kemampuan visual yang tinggi ini akan memudahkan anak belajar bersosialiasi.
Kelebihan visualisasi inilah yang harus dimanfaatkan orangtua untuk memberikan bekal mandiri. Anak autis susah mengerti jika hanya diajarkan dengan omongan.
Anak Autis: Berkomunikasi dengan mengetik
Pernahkah anda bayangkan ada anak autis yang mampu mengetik meski tidak dengan sempurna?Anak autis biasanya akan sulit mengekspresikan diri dan berkomunikasi dengan dunia luar. Dengan merangsang inderanya, memungkinkan anak autis untuk dapat berkomunikasi, salah satunya dengan mengajarinya mengetik. Kenapa mereka perlu dirangsang inderanya? Silahkan baca artike "Autis dan gejala-gejalanya" ini agar anda bisa memahami konsep mekanisme yang terjadi pada indera anak-anak autis tersebut.
Ponsonby Jamie adalah anak autis asal London yang tidak dapat berbicara dan selama bertahun-tahun ia terjebak dalam dunianya sendiri. Keluarga kemudian mengajarkannya mengetik.
Kini bocah berusia 13 tahun ini tak hanya bisa mengekspresikan diri, tetapi juga mampu menulis puisi.
Anak Autis: Kenapa mereka sulit berkomunikasi?
Salah satu ciri anak autis yang paling mencolok adalah , mereka cuek , diam , asyik sendiri tidak perduli dunia sekitarnya dan susah diajak berkomunikasai. Kenapa mereka susah diajak berkomunikasi? Kenapa penderita autis terlihat sangat tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya. Kini peneliti menemukan penyebab kenapa penderita autis harus berjuang keras dalam lingkungan sosialnya. Namun sebelum anda melanjutkan membaca artikel ini , ada baiknya anda membaca artikel Anak autis - Penjelasan lengkap tentang autis ini agar wacana yang dibangun ketika memahami artikel ini lebih luas sehingga mudah memahaminya.
Peneliti dari University of Cambridge yang melakukan penelitian dengan scan otak yang canggih menemukan bahwa ada bagian otak penderita autis yang memang tidak mengenali kesadaran tentang dirinya sendiri. Akibatnya, jangankan untuk berkomunikasi, untuk mengenali kesadaran terhadap pribadinya saja, penderita sudah kesulitan.
Scan otak canggih yang didapatkan peneliti menunjukkan penderita autis terlihat kurang aktif bila terlibat dalam hal pemikiran tentang kesadaran diri. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Brain.
Anak Autis: Janin beresiko autis
Hamil adalah sesuatu yang sangat indah bagi seorang wanita , tapi hamil dengan jarak kelahiran yang terlalu dekat tentu akan menjadi masalah mulai dari biaya hingga jaminan kesehatan sang ibu termasuk kesehatan dan keselamatan janin yang bisa dimungkinan terkena autis. Anda sebaiknya membaca artikel mengenal dan menangani anak autis ini agar anda memiliki wawasan luas mengenai autis sehingga bisa lebih menjaga diri terutama ketika hamil karena anda wajib melindungi janin anda.
Sebaiknya rencanakan waktu kehamilan Anda dengan baik-baik, karena peneliti menemukan bahwa wanita yang hamil lagi dalam waktu kurang dari 1 tahun setelah melahirkan dapat meningkatkan risiko bayinya mengalami autisme.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi yang dikandung oleh ibu yang baru saja melahirkan dengan jarak kurang dari 1 tahun bisa tiga kali lebih mungkin mengalami gangguan perkembangan.
Anak Autis: Pengobatan semprot hormon oxytocin
Saat ini , para ilmuwan terus menerus berjuang untuk anak autis! Mereka terus menerus menciptakan terobosan baru untuk pendeteksian awal dan pengobatan praktis bagi anak autis. Dan salah satunya adalah sebuah semprotan hidung yang mengandung hormon oxytocin diciptakan khusus oleh peneliti untuk membantu penderita autis agar bisa lebih bersosialisasi.
Peneliti melakukan studi terhadap 13 orang autis, baik yang memiliki tingkat kecerdasan tinggi maupun rendah. Partisipan yang menghirup spray (semprotan) itu dilaporkan lebih bisa berinteraksi dengan lainnya daripada partisipan yang tidak menghirup spray.
Penderita autis memang diketahui kesulitan dalam berkomunikasi, khususnya melakukan kontak mata. Tapi dengan menambahkan hormon oxytocin pada tubuhnya, hal itu bisa diatasi. Oxytocin diketahui sebagai kunci untuk meningkatkan sikap sosialisasi dan pengertian.
"Penambahan hormon oxytocin membuat penderita autis tingkat tinggi sekalipun, bisa merespons orang lain dan menunjukkan perilaku yang lebih bersosialisasi," kata Elissar Andari dari the Institutes des Science Cognitive seperti dilansir Telegraph.
Anak Autis: Deteksi awal dengan test urine
Menangani anak autis lebih baik dimulai sejak usia dini , agar terbentuknya pelatihan berkomunikasi bisa dimulai sejak awal sehingga lebih mudah. Mendeteksi anak autis tidaklah gampang. Si anak harus melewati tes psikologis yang panjang mulai dari interaksi sosial, komunikasi, uji keterampilan hingga tes fisik.
Tapi tak lama lagi, deteksi anak autis bisa dilakukan dengan cara yang sederhana dengan hanya menguji beberapa tetes air seni seperti layaknya tes kehamilan.
Ilmuwan kini tengah menyempurnakan penggunaan tes urine untuk deteksi anak autis yang diharapkan sudah bisa diterapkan penggunaannya secara luas pada tahun 2015. Dari tes ini bisa diketahui 'ya' atau 'tidak' anak terkena autis.
Penelitian yang dilakukan ilmuwan dari Imperial College London dan University of South Australia ini, adalah terobosan baru yang sangat membantu penegakkan diagnosis autis dengan cara yang mudah.
Anak Autis: Dari tahun ke tahun semakin meningkat
Dibandingkan 10 tahun yang lalu maka fenomena anak autis jauh berbeda dengan sekarang. Dulu ketika kita melihat anak autis , seakan-akan hal yang asing dan aneh namun kini kondisi tersebut menjadi umum karena memang trend peristiwa anak terkena autis semakin menaik. Kenaikan jumlah angka penderita autis sungguh mencengangkan. Bagaimana tidak, rasio anak yang terkena autis semakin banyak dengan perbandingan 1 dari 100 anak terdiagnosa positif autis.
Jika anda ingin memahami lebih detail tentang autis , silahkan klik link ini Autis - Pengertian , Ciri dan penanganannya. Artikel tsb bisa anda gunakan sebagai informasi dasar mengenai dunia anak autis , mengingat rasio anak terkena autis 1:100 maka sudah sewajarnya jika autis menjadi suatu hal yang wajib dipahami oleh orang tua yang baru memiliki anak/bayi.
Berdasarkan laporan berita dari Institute Nasional Kesehatan Mental dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, didapatkan bahwa telah terjadi peningkatan yang cukup besar dalam jumlah anak yang didiagnosis mengalami autis.
Anak Autis: Merkuri dalam vaksin biang autis?
Benarkah merkuri dalam vaksin adalah tersangka terjadinya autis pada anak? Hal ini sudah terlanjur menjadi pemahaman banyak orang sehingga tak jarang ditemui seorang ibu yang tidak memperkenankan anaknya mendapatkan vaksin. Sebelum anda ikutan memvonish sebaiknya anda memahami lebih mendalam apa itu autis... silahkan baca disini Deskripsi autis dan gejala-gejalanya.
Beberapa vaksin untuk anak-anak diketahui mengandung thimerosal yang diduga dapat menyebabkan autis. Tapi studi terbaru menunjukkan bahwa thimerosal tidak terbukti meningkatkan risiko autis.
Thimerosal adalah salah satu bahan pengawet yang berbasis merkuri dan sampai saat ini masih banyak ditemukan dalam vaksin. Dan studi ini menunjukkan bahwa anak-anak yang terpapar thimerosal melalui vaksin atau ibunya menerima vaksin saat hamil tidak mengembangkan autisme.
"Penelitian ini seharusnya dapat meyakinkan orangtua untuk tetap mengikuti jadwal imunisasi yang sudah direkomendasikan," ujar Dr Frank Destefano, direktur Immunization Safety Office, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Atlanta, seperti dikutip dari Reuters.
Anak Autis: Orang tua anak autis
Memilki anak autis adalah hal yang tidak mudah bagi orang tua. Orangtua yang punya anak autis sering dibayangi terus menerus oleh pertanyaan 'Kenapa harus anak saya?' , 'Apa dosa saya?'. Meski banyak kemungkinan seorang anak terkena autis, tapi banyak orang tua yang tidak terima anaknya menderita autis. Beberapa orang tua terus mencari tahu jawaban pertanyaan tersebut dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya, tapi mereka tetap tidak terima anaknya terkena autis.
Sangat wajar dan manusiawi jika seseorang ingin tahu kenapa sesuatu hal bisa terjadi. Tapi kebanyakan bertanya pada diri sendiri apalagi menyalahkan diri sendiri bisa membuat seseorang depresi. Terus-terusan mencari tahu dan melihat ke belakang , mulai menyalahkan dirinya sendiri, jangan-jangan kebiasaannya saat hamil adalah penyebabnya. Padahal tidak ada bukti kuat yang menunjukkannya.
Orang tua seharusnya bisa menerima anak yang telah dilahirkan ke dunia apapun kondisinya tanpa perlu memaksakan diri untuk tahu penyebab pastinya.Banyak orang tua yang terbangun tengah malam dan terus mencari tahu jawaban untuk teka-teki yang sebenarnya tidak perlu mereka cari tahu. Cukup menerimanya dengan lapang dada bisa menghilangkan pertanyaan yang terus menghantui tersebut. Orang tua yang ingin mengetahui secara detail apa itu autis? silahkan baca artikel ini Pengertian Anak Autis.
Autis merupakan gejala yang timbul karena adanya gangguan atau kelainan saraf pada otak seseorang. Diduga autis terjadi karena jembatan yang menghubungkan antara otak kanan dan otak kiri bermasalah atau terhambat. Sampai saat ini belum ada satu penyebab yang pasti mengakibatkan anak autis. Namun faktor genetik, lingkungan yang terpapar merkuri atau logam berat, pestisida atau antibiotik yang berlebihan diduga sebagai penyebabnya.
Anak Autis: Autis dan Epilepsi
Autis dan epilepsi adalah 2 permasalahan yang pelik bagi orang tua yang anaknya mengidap salah satunya atau malah kedua-duana. Salah satu keadaan yang sering dihubungkan dengan autisme adalah epilepsi. Penyandang autisme memiliki risiko lebih besar untuk mengalami epilepsi dibandingkan dengan anak yang tidak autisme.
Keterlibatan gangguan otak pada autisme telah dibuktikan dengan pemeriksaan terhadap anatomi dan struktur otak, pemeriksaan terhadap bahan kimia di otak dan berbagai pemeriksaan pencitraan (imaging). Namun tak ada satupun yang dianggap sebagai penyebab pasti dari autisme. Lalu benarkah autis berkaitan dengan epilepsi? Sebelum anda melanjutkan bacaan artikel ini , ada baiknya anda membaca artikel kami tentang definisi autis dan pengobatannya.
Perlu diketahui bahwa berdasarkan data statistik , sebanyak 40 persen anak penyandang autisme juga mengalami epilepsi, sedangkan risiko pada anak bukan autisme hanya sekitar 1-2 persen saja. Sebaliknya anak yang mengalami epilepsi tertentu sering disertai dengan gejala autisme.
Terapi Autis: Berkomunikasi dengan hewan peliharaan
Anak autis tidak selamanya apatis dalam hal berkomunikasi karena bagaimanapun keunikan mereka dalam berkomunikasi tetaplah ada seperti keunikan mereka berkomunikasi dengan binatang. Memelihara binatang peliharaan di rumah selain sebagai hobi juga memiliki manfaat lain, salah satunya adalah sebagai terapi bagi anak autis. Terapi ini dilakukan oleh bocah penderita autis berusia 11 tahun bernama Milo yang melakukannya bersama anjingnya bernama Chad.
Hubungan yang terjadi antara manusia dengan binatang peliharaannya memang memiliki efek yang langsung, meskipun efek ini belum bisa dijelaskan melalui penelitian ilmiah. Tapi hubungan yang terjalin antara Milo dan Chad melampaui hubungan yang secara umum terjadi.... meski sang anak adalah autis dan teman berinteraksinya adalah binatang namun justru mampu membangun komunikasi didalam batas kemampuan komunikasi di kedua belah pihak. Silahkan anda pahami artikel ini "Dunia anak autis" untuk mencerna bagaimana autis itu dan hal-hal yang berkaitan dengan autisme.
"Dalam seminggu saya melihat perubahan yang sangat besar pada dirinya, setelah sebulan dia menjadi lebih tenang serta bisa berkonsentrasi dan berkomunikasi dalam jangka waktu yang lebih lama," ujar Nyonya Vaccaro yang merupakan ibu dari Milo, seperti dikutip dari New York Times.
Anak Autis: Syaraf dan otak anak autis.
Mungkin sepintas kita melihat anak autis adalah anak yang tidak memiliki kemampuan nalar dan pelogikaan yang sangat lemah, namun apakah benar demikian hakekatnya? Hal ini adalah persepsi salah yang sering berkembang dimasyrakat termasuk orang tua dari anak autis itu sendiri sehingga mereka malah mensia-siakan apa yang ada pada anak autis tersebut karena dianggap diluar kewajaran. Meski memiliki gangguan dalam komunikasi, perkembangan mental dan sosial anak autis mempunyai banyak kelebihan. Anak autis memiliki bobot otak yang lebih besar dan jumlah sel saraf otak prefrontal 67 persen lebih banyak daripada anak-anak normal.
Itulah yang membuat anak autis banyak yang cerdas di atas rata-rata meskipun mengalami gangguan perkembangan yang ditandai dengan adanya masalah pada interaksi sosial, komunikasi verbal dan nonverbal, serta ketertarikan dan perilaku yang terbatas.
Anak-anak autis diketahui memiliki gangguan saraf, termasuk di daerah korteks prefrontal yang berperan dalam komunikasi, perkembangan mental, dan sosial. Untuk lebih detail mengenai anak autis , silahkan anda baca disini.
Anak Autis: Benarkah jarang menguap adalah tanda autis?
Menguap adalah tindakan refleks yang terjadi pada semua orang, biasanya dilakukan untuk menghirup udara dalam jumlah banyak dan diikuti dengan pernapasan. Menguap itu menular karena dipicu oleh mekanisme empatik yang berfungsi untuk menjaga kewaspadaan kelompok. Karenanya, menguap adalah tanda empati. Selain itu, penyebab lain menularnya menguap karena aktifnya sistem saraf cermin (mirror neurons system), yaitu neuron yang terletak di bagian depan setiap belahan otak vertebrata tertentu.
Dalam sebuah studi yang telah dipublikasikan dalam edisi terbaru jurnal Child Development menemukan bahwa anak dengan autisme ringan akan lebih sering menanggapi respons menguap ketimbang anak dengan autisme parah. Artinya, menguap bisa menjadi suatu pertanda anak tidak menanggapi respons sosial yang terjadi di sekitarnya. Menurut peneliti, respons terhadap menguap yang menular terjadi secara signifikan dimulai pada usia 4 tahun.
Para pakar mengatakan hasil ini menambahkan pemahaman tentang autisme. Meski temuan ini belum bisa diaplikasilan secara praktis, tapi para pakar percaya bahwa ketidakmampuan menanggapi sesuatu yang sederhana seperti menguap, bisa menjadi pertanda adanya gangguan autis pada anak.
"Bila kesadaran sosial berkurang atau semakin parah, maka dapat mempengaruhi suatu respons neurologis menular seperti menguap," tutur Susan Wilczynski, direktur eksekutif National Autism Center di Randolph, Massachusetts, seperti dilansir dari ABC News.
Peneliti utama Molly Helt, seorang calon doktor di University of Connecticut, memutuskan untuk fokus pada penularan menguap setelah menemukan bahwa anak-anak dengan autisme tidak menanggapi ketika ia mencoba untuk membuatnya menguap.
Ahli autisme lain juga setuju dan menambahkan bahwa pemahaman respons terhadap isyarat-isyarat tertentu, seperti menguap, penting untuk memahami aspek kunci di balik autisme.
Nah , ayah bunda... amati buah hati anda sekarang. Bagaimana reaksi anak terhadap orang menguap? Hal ini bisa anda lakukan dengan tes kecil dengan memperlihatkan video orang menguap dan liat bagaimana reaksi dirinya.... jika lebih sering terempati dengan melakukan hal yang sama maka berbahagialah karena hal tsb meminimalisir kemungkinan terkena autis.
Anak Autis: Vaksin Campak dan Autis
Saat ini banyak beredar informasi bahwa vaksin buat anak hakekatnya adalah sama dengan memasukkan biang penyakit ke dalam tubuhnya dengan demikian secara bergenerasi sel-sel tubuh manusia mengalami mutasi ke arah yang rentan bahkan dianggap bahwa penurunan ketahanan tubuh dan munculnya banyak penyakit baru adalah akibat buruk dari vaksin dan salah satunya adalah autis. Banyak orangtua takut melakukan vaksin MMR (measles-mumps-rubella) atau campak, gondongan dan rubela pada anak karena khawatir anaknya menderita autis. Kini sebuah studi baru memberikan bukti lebih lanjut bahwa vaksin MMR tidak berhubungan dengan risiko autis.
Bicara tentang autis ada baiknya jika anda membaca terlebih dahulu apa itu autis baik dari segi pengertian autis , gejala , ciri-ciri dan penanganannya di artikel ini ... "Pengertian dan penanganan anak autis". Dengan demikian untuk memahami keterkaitan antara autis dan vaksin di artikel ini bisa lebih nyambung dan mudah dipahami.
Vaksin MMR adalah vaksin yang diberikan pada anak untuk mencegah penyakit campak, gondongan dan rubela. Imunisasi ini biasanya diberikan pada anak usia di atas 1 tahun.
Anak Autis: "Autis" bukan idiom lawakan
Memiliki anak autis adalah permasalahan berat dan orang-orang yang tidak hidup dengan anggota keluarga yang autis sudah seharusnya memberikan empati kepada mereka. Dan salah satu bentuk empati yang tepat adalah penggunaan kata "Autis" pada tempatnya sebab banyak yang menggunakan istilah 'autis' dalam pergaulan untuk mengolok-olok, mengejek, melecehkan atau memojokkan teman yang dianggap tidak gaul atau kurang tanggap. Hal ini sangatlah menyedihkan bagi para penyandang autis dan tentunya sangat menyakiti hati orang tua mereka. Stop jadikan istilah 'autis' sebagai guyonan.
Untuk memahami hal ikhwal tentang autis , silahkan baca artikel ini "Anak autis: Gejala dan ciri Anak autis"... artikel tersebut menjelaskan secara detail dan menyeluruh tentang autis , mulai dari pengertian anak autis , ciri-ciri dan gejala serta penanganan dan terapi termasuk pendeteksian dininya.
Autisme adalah suatu gangguan perkembangan yang kompleks, yang membutuhkan pemahaman dan perhatian yang serius dari semua pihak, baik orangtua, para ahli dari berbagai disiplin ilmu, pemerintah maupun masyarakat luas, agar individu autis dapat berkembang lebih optimal.
Penyebab autisme adalah gangguan neurobiologis yang mempengaruhi fungsi otak sedemikian rupa sehingga anak tidak mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan dunia luar secara efektif.
Langganan:
Postingan (Atom)



















